5 Jurusan Kuliah yang Paling Dibutuhkan di Dunia Kerja

Lulus kuliah langsung kerja pastinya adalah cita-cita semua orang. Tapi sayang, hidup tidak semudah membalikkan telapak tangan. Nah, buat Anda yang saat ini sedang memutuskan untuk melanjutkan kuliah dan berencana merancang masa depan gemilang, ada baiknya Anda tahu potensi jurusan perkuliahan yang dicari-cari di dunia kerja.

Sejatinya ada berbagai faktor yang mempengaruhi relevansi pekerjaan tertentu, tetapi perkembangan teknologi yang konstan mungkin yang paling penting. Simak di sini jurusan kuliah yang paling dibutuhakn di dunia kerja!

1. Software Developer

Ini sudah menjadi pekerjaan yang sangat populer dan bergaji tinggi dari bidang IT. Menjadi software developer akan menjadi pilihan yang bagus di masa mendatang. Soalnya semakin banyak teknologi baru dikembangkan, sehingga banyak perusahaan membutuhkan tenaga software developer di masa sekarang dan akan datang.

2. Ahli Bioteknologi

Pandemi corona semakin meyakinkan kalau industri kesehatan dan teknologi biologi diperlukan di masa mendatang. Terkhusus pada profesi ahli bioteknologi, Anda akan dituntut dapat memodifikasi urutan genetik, membuat solusi medis baru, termausk perkembangan teknologi DNA.

3. Spesialis Pemasaran

Riset pemasaran merupakan salah satu bidang yang masih akan ada di masa depan karena perusahaan akan selalu berusaha untuk berkembang dan berprestasi lebih baik. Supaya bisa melakukan itu, mereka membutuhkan orang-orang yang mampu mempromosikan barang dan jasanya dengan cara-cara inovatif yang cerdas dan menjaga citra merek mereka. Itulah gunanya profesi spesialis pemasaran.

4. Analis Bisnis

Tugas seorang analis bisnis bermacam-macam, mulai dari menjadi jembatan antar departemen, menganalisis data, menemukan solusi, dan mengevaluasi berbagai implementasi proyek. Singkatnya, Anda harus memiliki keterampilan teknis dan komunikasi agar berhasil melakukan pekerjaan ini, dan semuanya dimulai dengan studi di jurusan bisnis.

5. Psikoterapis

Bisa dibilang semakin banyak orang stres dan depresi di zaman sekarang ini. Untuk itulah profesi di bidang psikoterapis dibutuhkan ke depannya untuk menangani orang-orang yang mengalami masalah pada kesehatan mentalnya. Kalau Anda amati, semakin banyak komunitas kesehatan mental dan konseling online untuk menangani masalah gangguan jiwa. Ini adalah salah satu bukti kalau jurusan psikologi akan semakin berkembang ke depannya.

Tantangan Kerja Fresh Graduate di Tahun 2021

Tahun 2020 adalah tahun yang sulit untuk mereka yang sedang merintis karier dan tampaknya tahun 2021 masih memberikan tantangan yang sama terutama buat para fresh graduate. Pasalnya industri sedang lesu-lesunya, dan jumlah orang yang mencari pekerjaan juga membludak.

Kondisi ini membuat para fresh graduate tidak hanya bersaing dengan sesama fresh graduate tetapi juga para pekerja senior. Para fresh graduate membutuhkan lebih dari sekadar gelar sarjana untuk bersaing di dunia karier yang sulit sekarang ini.

Tantangan kerja di tahun 2021 menuntut para fresh graduate melampaui keahliannya. Apa sajakah tantangan kerja para fresh graduate di tahun 2021? Simak selengkapnya di sini!

1. Lapangan Kerja yang Menyempit

Seperti sudah disinggung sebelumnya, banyak industri yang tutup di tahun 2020 karena situasi pandemi. Sudah pasti dengan kondisi seperti ini kesempatan kerja menyempit, karena ada banyak orang juga kehilangan pekerjaan dan mencari pekerjaan di situasi yang sama.

2. Bersaing dengan Para Senior

Bisa dibilang di tahun 2020 ada banyak pemangkasan karyawan. Seperti dilansir dari kompas.com, per 31 Juli 2020, ada 3,5 juta karyawan yang mengalami PHK. Dan menurut data yang dipublikasikan di Detik Finance, per Februari 2020 ada 6,88 juta lulusan sarjana S1 dan SMK di Indonesia. Bayangkan, ada berapa banyak jumlah orang yang mencari kerja ditambah para fresh graduate?

3. Situasi yang Sulit Bisa Jadi Membuat Perusahaan Mencari yang Berpengalaman

Situasi yang sulit membuat para pekerja senior tidak terlalu tinggi mematok salary dan benefit-nya. Ini bisa jadi membuat perusahaan lebih memilih pekerja senior yang sudah punya pengalaman. Pastinya pertimbangan ini memberikan tantangan tersendiri buat para fresh graduate.

4. Ketidakpastian dalam Perusahaan

Tantangan lainnya adalah pada badan perusahaan itu sendiri. Percaya atau tidak, ada banyak perusahaan yang merasa tidak pasti dengan kondisinya. Kondisi ini sedikit banyak membuat perusahaan bingung, kira-kira talenta seperti apa yang dibutuhkan untuk pengembangan perusahaan ke depannya.

Faktanya, ada banyak perusahaan yang terpaksa membatalkan perekrutan karena ketidakpastian situasi. Terkadang beberapa perusahaan memutuskan untuk memaksimalkan tenaga karyawan yang sudah ada dengan penambahan jobdesc untuk posisi-posisi tertentu ataupun penggabungan departemen.

Perkuat Bonding Karyawan di Masa Pandemi

Tidak dipungkiri situasi saat ini sulit dan penuh tantangan buat perusahaan. Meskipun demikian, bukan menjadi alasan untuk perusahaan kurang memberikan atensi kepada karyawannya karena terlalu fokus memperkuat stabilitas ekonomi.

Karyawan adalah aset perusahaan. Jangan pernah beranggapan karena situasi pandemi membuat perusahaan mudah mencari karyawan pengganti. Bagaimana kalau Anda kehilangan karyawan potensial yang justru adalah kuncian perusahaan? Atau karyawan yang Anda anggap biasa saja ternyata ketika bergabung dengan perusahaan lain justru bisa membuat perusahaan tersebut lebih maju?

Mempertahankan apa yang sudah ada bisa dibilang adalah kondisi terbaik bertahan di masa pandemi. Bagaimana cara memperkuat bonding karyawan? Simak selengkapnya di sini!

1. Bersikaplah Transparan

Jangan mencoba menyembunyikan masalah atau menghindari percakapan saat semangat kerja karyawan menurutn. Anda harus tetap transparan untuk meningkatkan semangat karyawna. Karyawan akan menghormati kejujuran saat Anda bekerja sama untuk memperbaiki masalah apa pun. Beri tahu karyawan tentang pembaruan perusahaan, protokol baru, umpan balik klien, serta informasi-informasi lainnya.

2. Tingkatkan Komunikasi

Tips lainnya adalah selalu tingkatkan komunikasi dengan karyawan. Bagaimana caranya? Bagikan pengumuman perusahaan yang sifatnya positif, seperti produk baru dalam pengembangan atau ulasan klien pelanggan yang cemerlang. Sejatinya meningkatkan komunikasi dengan karyawan dapat memengaruhi mental dan emosi karyawan sehingga lebih semangat, pun membangun loyalty.

3. Berikan Pengakuan Karyawan

Fokuslah pada hal-hal positif dari karyawan dan berikan apresiasi. Ketika karyawan merasa benar-benar dihargai, mereka memiliki rasa percaya diri yang lebih tinggi dan menjadi karyawan yang lebih produktif.

Apresiasi dari perusahaan sedikit banyak akan memotivasi, memberikan rasa pencapaian, dan membuat karyawan merasa dihargai atas pekerjaan mereka. Apresiasi tidak hanya meningkatkan keterlibatan karyawan secara individu, tetapi juga terbukti meningkatkan produktivitas dan loyalitas kepada perusahaan, yang mengarah ke retensi yang lebih tinggi.

4. Tawarkan Kesempatan untuk Tumbuh dan Berkembang pada Karyawan

Tingkatkan semangat dan keyakinan kepada karyawan untuk mengingatkan mereka tujuannya bekerja. Kalaupun seandainya memang tidak ada promosi kerja, perusahaan tetap bisa menawarkan hal-hal lain seperti keterlibatan kursus atau konferensi meningkatkan keterampilan profesional mereka.